Homeschooling untuk Atlet: Bagaimana HSPG Mendukung Prestasi Zizi di Dunia Renang
admin_hspg | 30 Okt 2026 | 0 | 0HSPG Inspirasi - Tidak ada kata telat bagi yang mau berjuang. Itulah pesan dari Zahra Zafira Khairunnisa, atau akrab disapa Zizi, siswi kelas 8 SMP di Homeschooling HSPG Cabang Palembang. Zizi berprestasi di bidang renang nasional dan pernah mewakili Indonesia di ajang internasional. Bagaimana ia menyeimbangkan renang dan sekolah? Simak kisahnya.
Sejak usia 4 tahun, Zizi sering ikut mengantar kedua kakaknya latihan renang. Awalnya ia hanya bermain di kolam kecil, tetapi Zizi tidak mau naik dari kolam. Dari situ, Abi dan Umi melihat sesuatu "Jangan-jangan, Zizi memang punya bakat di sini." Ujarnya. Dari sekadar suka, renang menjadi perjuangan. Zizi mulai berlatih lebih serius dan sejak kecil terbiasa bangun pukul 4 pagi untuk latihan.
Bagi Zizi, tidak semua pertandingan harus berakhir dengan kemenangan. Jika kalah tetapi berhasil mencatat Best Time, itu tetap pencapaian. Jika waktunya memburuk, tentu ia sedih, tetapi ia memilih latihan lagi. "Jangan menyerah. Berusaha lebih baik lagi." Jelasnya. Adapun berbagai capaian prestasi Zizi adalah
KRASSI 2026: 4 medali emas, 2 perak, 1 perunggu
POPNAS XVII: 2 medali perunggu
Sriwijaya Swimming Championship: 1 medali emas, 1 perunggu
Zizi tidak hanya bersaing di tingkat nasional. Ia mendapat kesempatan mewakili Indonesia di ajang internasional di Singapura (2025) dan Thailand (2026). Bertemu atlet dari negara lain membuat Abi dan Umi menyadari satu hal yakni persaingan semakin tinggi.
Ketika latihan sudah sama kerasnya dengan atlet lain, apa lagi yang bisa dioptimalkan? Abi dan Umi mulai melihat lebih jauh, bukan hanya soal durasi latihan, tetapi juga fokus, pemulihan, dan istirahat. Latihan pagi dan sore membutuhkan tubuh yang benar-benar siap, sementara aktivitas sekolah dari pagi hingga sore membuat waktu istirahat Zizi sangat terbatas.
Ini bukan karena Zizi tidak mampu mengikuti sekolah biasa. Secara akademik ia tidak bermasalah, dengan nilai 95 ke atas. Namun ketika target renangnya makin tinggi, Abi dan Umi bertanya: "Bagaimana kalau sistem belajarnya yang disesuaikan dengan kebutuhan Zizi?" Jelasnya. Dari pertanyaan itulah mereka mencoba Homeschooling HSPG. "Sebelumnya belajar banyak banget, berjam-jam di sekolah. Kadang capek kalau sore mau latihan." Ujar Zizi setelah belajar di Homeschooling HSPG. Menurut Zizi di Homeschooling HSPG, waktu belajar yang lebih terarah membuat Zizi punya lebih banyak energi untuk latihan, sehingga latihannya lebih maksimal.
Apakah di Homeschooling tidak memiliki teman? Jawabannya menurut Zizi tidak sesederhana itu. Ada kegiatan komunitas, field trip, dan berbagai aktivitas yang mempertemukannya dengan teman-teman lain. Zizi juga memiliki banyak teman dari dunia renang, dari berbagai daerah bahkan negara.
Masih ada satu tujuan besar yang ia simpan, berlaga di Olimpiade, panggung tertinggi yang diimpikan setiap atlet. Dari kolam kecil tempat ia pertama kali bermain, mimpi itu kini terasa semakin nyata, meski jalannya masih panjang dan menuntut lebih banyak latihan, disiplin, dan kesabaran.
Homeschooling HSPG bangga menjadi bagian dari perjalanan ini. Kami berkomitmen menyediakan sistem belajar yang fleksibel dan terarah agar Zizi dan anak lainnya tetap bisa menuntut ilmu sambil mengejar mimpinya, karena anak yang bermimpi besar tetap berhak mendapat pendidikan yang baik.
“Tidak ada kata terlambat, jadi mau umur berapapun kita mulai kalo memang kita mau berusaha dan kerja keras secara konsisten itu pasti membuahkan hasil. Semangat terus untuk teman-teman yang masih berjuang juga.” Zahra Zafira Khairunnisa.
Comments